La Masia Penghasil Mutiara Bagi Barcelona

AKADEMI La Masia adalah sebuah Sekolah Sepakbola milik Klub FC Barcelona, Spanyol. Banyak sekali para pemain hebat yang dilahirkan oleh salah satu Akademi Sepakbola terbaik di dunia ini. Nama-nama besar dalam kancah sepakbola Eropa seperti Pep Guardiola, Victor Valdes, Carlos Puyol, Xavi Hernandes, Andreas Iniesta, Gerald Pique, Pedro Rodriguez, Lionel Messi, Sergio Busquet, dan Cesh Fabregas adalah bukti suksesnya Akademi La Masia. Dengan beberapa nama tersebut Barcelona menjadi salah satu Klub yang sangat disegani di Eropa. Bahkan, Spanyol sendiri merasakan nikmatnya Juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 karena efek dari luar biasanya gemblengan di La Masia.

La Masia adalah tempat keluarnya banyak mutiara bagi FC Barcelona. Saya dan penggemar si kulit bundar lainnya tidak akan pernah mengenal seorang Lionel Messi andai dia tidak dibawa ke Akadami La Masia. Messi menjelma menjadi salah satu seniman sepakbola paling berbakat di dunia. Dia mendapatkan pelajaran teknik sepakbola di La Masia.

La Masia adalah kunci kedigdayaan FC Barcelona. Klub raksasa Spanyol ini harus memanfaatkan dengan baik keberadaan Akademi sepakbolanya. Tentunya manajemen Barcelona harus mampu menjaga Kualitas pendidikan mental, fisik, taktik, dan teknik para pemain berbakat yang belajar di Akademi mereka. Barcelona tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk belanja para pemain baru di awal musim bila mereka mau memanfaatkan semua pemain yang sudah dibentuk La Masia.

Namun dalam 5 (lima) tahun terakhir pihak klub Barcelona tidak lagi menjadikan lulusan La Masia sebagai prioritas utama. Mereka terus saja gelontorkan banyak dana membeli pemain-pemain binaan klub lain di Eropa. Apakah era sukses Barcelona di Eropa ikut terhambat?

Beberapa pemain didikan La Masia yang gagal mendapatkan tempat di Tim utama Barcelona harus berkelana di klub lain. Pemain berbakat seperti Gerald Deulofeu, Rafinha, Martin Montoya, Sergi Samper, dan Munir El-Hadadi harus mengubur mimpi ikuti jejak Lionel Messi. Meskipun Munir dan Rafinha dibawa pulang ke Camp Nou Musim ini, namun keduanya diperkirakan hanya akan menjadi penghangat *bangku cadangan*.

Bila ingin mengulang kesuksesan besar Tahun 2012 ketika Barceloba masih dilatih Pep Guardiola, manajemen olahraga Klub Catalan ini harus melirik kembali para pemain yang dibina di La Masia, Akademi milik Barcelona sendiri. Kebijakan itu harus dibuat karena La Masia adalah penghasil banyak mutiara bagi Barcelona.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *