Bersabar Menunggu Semua Janji Diwujudkan

 

BANYAK janji yang telah kita buat. Semuanya bertujuan untuk kita bersatu. Namun selalu ada satu hal yang masih kusimpan di hati dan akan kuungkapkan ketika waktunya tiba. Waktu yang selalu kita nantikan bersama.

Kita saling melengkapi satu sama lain. Bila diibaratkan sebuah telepon genggam, maka aku adalah telepon itu, dan engkau adalah pengisi dayanya. Hal ini berarti, aku tak bisa hidup tanpa dirimu. Kita masih menyimpan harapan besar untuk bersatu demi menyempurnakan masa depan bersama. Semua janji yang sudah terungkap tidak akan terwujud bila cinta sudah tak lagi ada. Cinta harus selalu kita pelihara sebagaimana harapan.

Aku sedang tidak bersamamu saat ini. Jarak masih menjadi tembok penghalang yang kuat. Tetapi hal itu bukan berarti aku sudah keluar dari hatimu. Selalu ada kamu di hati ini meskipun kesabaran harus selalu kita miliki. Kita akan bersabar agar janji-janji itu dapat kita wujudkan.

Semua janji itu telah membuat kita percaya bahwa hari-hari yang akan kita jalani nantinya  selalu berharga. Aku tak ingin selamanya engkau ada dalam kesendirian. Kau selau berjalan sendiri saat orang di sekitarmu menikmati banyak keindahan. Aku tak akan biarkan hal itu berlangsung lama karena aku tahu bagai mana rasanya ada dalam keramaian seorang sendiri. Bagai mana pun kesepian harus segera diubah menjadi kegembiraan. Bersabarlah duhai matahariku. Aku akan segera di sana untukmu.

Kehidupan bersama denganmu adalah sesuatu yang tidak akan pernah mau kutukarkan dengan apapun. Ia akan kuperjuangkan sekuat tenaga agar aku dapat melihat wajahmu yang mampu mencerahkanku setiap hari. Wajahmu penuh rona kebahagian itu menjadi semangat besar yang memberikan cahaya bagi jalanku wujudkan semua janji kita.

Hal-hal kecil yang selalu kau lakukan mampu berikan kehangantan dihatiku. Kaulah sumber segala kegembiraan hidupku sekarang. Aku tidak akan pernah mau berhenti mencintaimu. Janji kita untuk hidup bersama adalah sumber kebahagian, ruang romansa yang menyejukkan hati, dan ujung dari semua penantian.

Bireuen, 13 Agustus 2018.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *